Sambil berendam di air pas atau air dingin, wisatawan masih bisa menikati keasrian sungai Ho yang ada di sebelah timur, sementara di sebelah utara masih ada sawah yang menghijau. Selain keberadaan dua kolam tersebut, di obyek wisata yang kini dikelola Nengah Merta ini juga ada beberapa kolam kecil sejenis jacuzi yang tertutup bagi tamu yang lebih memilih private atau malu mandi bersama. Masing-masing ruang tertutup dengan bilah bambu tersebut ada sebuah jacuzi dan sebuah bale bengong. Tamu yang ingin privasi ini memang harus merogoh kocek lebih dalam menikamti kenyamanan yang didapat. Untuk tamu domestic harus membayar Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu untuk wisatawan asing. Sementara untuk anak-anak cukup membayar setengahnya.

Para tamu dpat menikmati air pasn denganblower sepuasnya tanpa ada yang mengganggu. Jacuzi ini memang dibuat khususnya agar tidak terlihat dari luar, namun tidak beratap dan terpisah satu dengan yang lainnya. Dengan demikian panasnya air ditambah kesejukan udara membuat wisatawan betah berlama-lama berendam. Ada sebanyak 16 Jacuzi di lokasi obyek wisata yang dimiliki Pemkab Tabanan ini. Setelah berendam di air panas, dipastikan tamu akan lapar. Namun mereka tidak perlu kawatir karena obyek wisata Yeh Panes juga menyediakan restoran bagi para pengunjung dengan harga terjangkau. Namun bagi wisatawan yang tidak ingin makan di lokasi tersebut, di pinggir jalan utama juga ada beberapa warung makan yang siap menyambut para wisatawan.

Menurut Nyoman Tangkas, tamu yang datang tidak sekedar menikmati air panas maupun indahnya panorama yang ada, kebanyakan memang juga untuk menjalani terapi kesehatan. Dikatakan air panas alami yang mengandung belerang, sangat baik untuk kesehatan. Air panas alami ini bisa menyembuhkan beberapa penyakit seperti reumatik atau penyakit kulit serta beberapa penyakit lainnya. Tidak salah kemudian obyek wisata Yeh panes menjadi salah satu alternatif wisata kesehatan yang alami yang  patut untuk dikunjungi. Perlu Banyak