Jaringan Irigasi
Jaringan irigasi bila diurut dari sumber air, terdiri dari:
Empelan (empangan), Buka/bungas, Aungan (terowongan), Telanbah aya (gede), saluran utama, Temuku aya (gede), bangunan bagi utama, Telabah tempek (munduk/dahan/kanca), Telabah  cerik/saluran ranting, Telabah penyahcah (tali kunda).Di beberapa tempat dikenal dengan  istilahPenasan untuk 10 bagian, Panca untuk 5 orang, Pemijian untuk sendiri (1 orang)
Selain itu, subak juga mempunyai bangunan pelengkap seperti:
Penguras (flushing), Pepiuh (overlow), Petaku (bangunan terjun), Talang (abangan), Jengkuwung (gorong-gorong), Keluwung (urung-urung), Titi (jembatan), Telepus (syphon)

Fungsi   Subak

Secara Intern Mengatur pembagian air dengan sistem temuku, yaitu;
Temuku  aya: pembagian air di hulu Temuku Gede: ukuran bagian air untuk wilayah persubakan
Temuku penasan: ukuran bagian air yang langsung ke petak sawah yang jumlah petani sawah 10  bagian.Temuku penyahcah: ukuran bagaian air untuk perorangan.
Memelihara bangunan pengairan disertai dengan pengamanan, sehingga dapat dihindari kehilangan  air pada saluran air.Mengatur tata guna tanah dengan sistem sengkedan, sehingga lahan tanah yang tadinya bergunung-gunung menjadi hamparan sawah yang berundak-undak.

Pola  tanam

–       Kerta masa: wilayah subak ditanami pai semua karena air mencukupi
–       Gegadon: pergiliran tanaman padi dengan palawija, karena pergiliran pemakaian air dengan  subak sekitarnya.Pada kondisi tertentu, karena kondisi alam diupayakan dengan sistem:
–       Ngulu: sawah dihulu yang  mendapatkan air terlebih dahulu
–       Maongin: sawah yang berada di tengah yang mendapat giliran air
–       Ngasep: sawah yang dihilir mendapat bagian air paling akhir

Ekstern
Vertikal: hubungan subak dengan lembaga pemerintah atasan (sedahan, sedahan agung maupun bupati/walikota, yang mempunyai hubungan struktural, khususnya di bidang pengenaan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), namun diimbali dengan petunjuk-petunjuk dalam meningkatkan  produksi pertanian di subak.Hubungan subak dengan lembaga selevel seperti; desa dinas atau kelurahan dan desa adat yang diwujudkan dalam bentuk koordinasi.

Fungsi  Subak dari Segi Jasa dan Motivasi

Fungsi subak dilihat dari segi jasa sebagai berikut:
Penatagunaan air tradisional: dapat meringankan beban pemerintah, misalnya dalam pembuatan sarana persubakan (membeton empangan dan saluran air lainnya, semula dengan batu padas, pepohonan (turus hidup) pada pembuatan areal sawah baru dapat menekan biaya milyaran  rupiah.Pola tanam; adanya sistem kerta masa; menekan/meutus siklus hidup hama dan pemnyakit tanaman, sekaligus menghindari bertanam padi secara tulak sumur (tidak serempak  penanamannya).Usaha tani terpadu; seperti kolam air deras, mina padi, peternakan itik dan sapi sangat baik dengan lahan pertanian (sistem tumpang sari, yakni padi di tengah dan mina dipinggir petakan sawah serta sayur mayur di pematang petakan sawah)
Otonomi; subak mengatur hak dan kewajiban warganya serta upaya pemulihan atas pelanggaran yang terjadi, yang dikenal dengan istilah awig-awig, sima, perarem, dan sebagainya.
Produksi; padi ari tahun ke tahun dapat ditingkatkan, contoh; subak rejasa tahun 1979 berhasil keluar  sebagai juara 1 supra insus tingkat nasional.
Fungsi subak dilihat dari segi motivasi, dilihat dari faktor;
Religius/keagamaan; yang melandasi subak adalah agama Hindu, yng bertujuan” moksartham Jagadhita ya ca iti dharma” (menuju kesejahteraan lhir dan batin).
Sosial budaya; “desa kala patra dan desa mawa cara”, yaitu penyesuaian dengan situasi dan kondisi  setempat.Pemanfaatan; subak dapat dibagi menjadi tempek, banjaran, munduk, atau arahan.

Jam kunjungan  museum:

Senin s/d Sabtu: 08.00-17.00 wita,

khusus hari Jumat; 08.00-13.00 wita,

sedangkan hari minggu/libur resmi TUTUP

Tulisan ini semuanya disalin dari buku “Museum Subak” yang diterbitkan oleh dinas kebudayaan dan pariwisata kabupaten Tabanan, UPTD Museum Subak Sanggulan, alamat: jl. Gatot Subroto-Tabanan | telp/fax: 0361 810315